Sunday, 17 April 2011

Apa itu Haikal Sulaiman (The Solomon Temple)

Haikal Sulaiman dipercayai didirikan pada tahun 960 SM oleh Nabi Sulaiman a.s, 370 tahun kemudian bangsa Babilyon menaluk Juruseleem dan menghancurkan kuil tersebut. Setelah itu, tentara Parsi yang dipimpin Cyrus menaluki Yerusalem dari tangan Bibilon dan membangun semula Haikal Sulaiman.

Tetapi pada tahun 70 M, pasukan Romawi menyerang Jurusalem dan menghancurkan kembali Haikal Sulaiman meratakannya separas tanah.
Kurun demi kurun berlalu, namun cita-cita kaum Zionis-Yahudi untuk membangun kembali Haikal Sulaiman terus membara. Kerana bagi mereka Haykkal sulaiman yang termaktub dalam torrah (kitab Taurat) itu adalah pusat dunia dan di situ bakal lahirnya Massiah (pembela) bagi kaum Yahudi. Jadi mereka memerlukan persedian untuk menyambut Massiah.

Rancangan telah lama disusun, ketika gerakan Zionisme Internasional memulakan kongres pertama di Bassel, Swiss, tahun 1897, seorang paderi besar Yahudi, Theodore Hertzl menyerukan agar semua Yahudi dari seluruh dunia kembali semula ke Tanah Palestin yang disebutnya dalam Taurat sebagai sebagai Tanah Perjanjian.

Atas pendapat kaum Zionis, bahawa di bawah tanah Masjidil Aqsha inilah Haikal Sulaiman berdiri. Sebab itu, mereka berpendapat tidak ada pilihan lain kecuali menghancurkan Masjidul Aqsa dan kemudian membangun kembali Haikal Sulaiman di atasnya.

Dalam keyakinan Yahudi yang sesungguhnya telah tersasar dari Taurat yang dibawa oleh Musa a. S., bangsa Yahudi meyakini bahwa di suatu hari nanti seorang Messiah (penyelamat) akan menjadi pembela kaum Yahudi dan memimpin dunia. Inilahlah yang menjadi intipati perjuangan mereka untuk merebuat kembali Baitulmukadis.

Mereka percaya, Kuil Sulaiman misti dibena untuk menyambut kedatangan Messiah yang akan bertahta di atas singgasananya. Sedangkan bagi kaum Yahudi yang menolak Zionisme, bagi mereka, Messiah sendirilah yang akan datang dan memimpin pembangunan kembali Haikal Sulaiman yang pada akhirnya diperuntukkan bagi pusat pemerintahan dunia (One World Order).

Lokasi sebenar Kuil Sulaiman, para sejarawan masih berbeza pendapat. Ramai yakin kuil itu berada diluar kawasan Misjidul Aqsa. Tetapi dikalangan orang Yahudi percaya kuil tersebuat berada di bawah Masjidul Aqsa. Itulah sebabnya mereka mengali trowong dan mencari bukti di bawah masjid. Penggalian juga sebagai salah satu stratigi untuk meruntuhkan masjid itu. Antara usaha merosakkan Masjidul Aqsa ialah pada tahun tahun 1969 sekelompok Yahudi fanatik berupaya membakar Masjid ini. Mereka juga terus melakukan penggalian di bawah tanah Masjidil Aqsha dengan alasan untuk kajian arkeologis.

Belum cukup dengan itu, di dalam terowongan-terowongan yang digali, mereka juga mengalirkan air dalam jumlah besar dengan tujuan menggoyahkan kekuatan tanah di bawah masjid agar asas masjid menjadi tidak stabil.

Sekarang, tentara Zionis sudah secara terang-terangan hendak menghancurkan Masjidul Aqsa. Mereka tidak berdalih lagi. Apakah ini merupakan tanda bahwa mereka sudah yakin bahwa sebentar lagi Messiah yang dinanti-nantikan akan segera hadir?

Hari Akhir

Selepas berdirinya Kuil Sulaiman, ‘Presiden’ Zionis-Israel akan menghantar sepucuk surat kepada Perdana Menteri Itali (Vitican), meminta agar Itali mengembalikan seluruh harta karun dan benda-benda berharga untuk memenuhi kompleks Tahta Suci kepada mereka.Kaum Zionis masih ingat, ketika di tahun 70M, pasukan Romawi menyerbu Yerusalem dan banyak harta karun dari Kuil Sulaiman di curi dan membawanya ke Vatikan.

Jika harta karun sudah dikembalikan, maka ada satu syarat lagi menjelang hadirnya Messiah, yakni mereka harus menyembelih serta membakar seekor kambing betina berbulu merah berusia tiga tahun dan belum pernah melahirkan anak. Untuk tujuan ini pun kaum Zionis telah membuat persiapan. Mereka mencipta proses kajian genatik, di tahun 1997, mereka telah mencipta seekor kambing dengan ciri-ciri tersebut.

Hanya saja, penyembelihan dan pembakaran sapi merah ini misti dilakukan di atas kaki Bukit Zaitun.Masalahnya, daerah ini sekarang belum dijajah Zionis-Israel seperti wilayah Palestina lainnya. Kaki Bukit Zaitun masih berada di tangan Plastin. Sebab itu, kaum Zionis selalu berusaha menghalau orang Plastin dari wailayah itu.

Memperdaya Orang Kristen

Guna mencapai tujuannya, kaum Zionis tidak berusaha sendirian. Mereka juga memperdaya musuh-musuhnya yakni umat Kristen dan kaum Muslimin. Untuk memperdaya umat Kristiani, kaum Zionis menyusupkan nilai-nilai Talmud ke dalam Bibel seperti yang terjadi atas Injil Scofield atau Injil Darby.

Bahkan Injil versi King James sebagai Injil rasmi Barat pun demikian. Sebab itu, tidak aneh jika sekarang ini sikap politik umat Kristiani seolah-olah membantu kaum Yahudi. Padahal di dalam banyak ayat-ayat Talmud, kaum Yahudi ini begitu benci terhadap Kristen.

Keyakinan Injil juga menyebutkan tentang hadirnya The Christ kembali ke muka bumi (Maranatha atau The Second Coming) dalam wujud Tuhan. Kaum Yahudi menyatakan pada Kristian bahawa The Christ tidak akan turun selagi Haykkal tidak didirikan.

Kesamaan pandangan inilah yang membuat orang-orang Kristen mendiamkan diri bila kaum Zionis hendak menghancurkan Masjidil Aqsha. Orang-orang Kristen ini telah ditipu dan diracuni Zionis sehingga tidak mampu membangkang dan mereka lupa bahwa salah satu agenda utama Zionis ini adalah juga menghancurkan Tahta Suci Vatikan dan memindahkannya ke Yerusalem.

Menurut keyakinan Yahudi, jika Messiah sudah bertahta di atas singgasana Haikal Sulaiman, maka Messiah itu akan memimpin kaum Yahudi untuk memerangi siapa pun yang tidak mau tunduk pada The New World Order, yakni si Yahudi itu sendiri.

No comments:

Post a Comment